9 Safar 1442 H





Jabar Resmikan Pikobar, Sekda Jelaskan Kesiapsiagaan Kota Bogor Hadapi Covid-19

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengikuti jalannya peresmian command center penanganan Covid-19 bernama Pusat Informasi Korona Jawa Barat (Pikobar) melalui video conference dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Selasa (10/3/2020).

“Kota Bogor sangat serius terkait penanganan virus Convid-19. Kita bersyukur Jawa Barat sudah punya command centre sehingga memudahkan kami di daerah untuk terus berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemprov sehingga penanganan dan pemantauan terkait pasien diduga virus corona atau Convid-19 terstruktur,” kata Ade Sarip.

Ade Sarip menjelaskan di Jawa Barat ada sembilan rumah sakit rujukan untuk penanganan Covid-19, diantaranya ada di Bandung dan Sukabumi. Sementara, Kota Bogor memilih rumah sakit rujukan ke RSPI Sulianti Saroso di Jakarta karena akses jarak dan mudah dijangkau. “Namun koordinasi dan data terbarunya tetap dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Untuk penanganan Convid-19 di Kota Bogor, lanjutnya, langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kota Bogor adalah merujuk pada Surat keputusan Gubernur Jawa Barat, protokol Kementerian Kesehatan.

“RSUD dan rumah sakit sakit swasta lainnya di Kota Bogor disiagakan dengan di bawah koordinasi Dinas Kesehatan. Selain itu, didirikan juga Posko Layanan Tanggap Convid-19 yang siaga 24 jam dengan call centre di nomor 0251-8363335 atau WhatsApp 08111116093,” terang Ade.

“Dalam waktu dekat, semua unsur yang terlibat dalam penanganan Convid-19 akan di SK-kan. Kondisi Kota Bogor, sampai hari ini pemantauan terus dilakukan di daerah, ada 19 orang yang berangkat ke Malaysia, 7 orang sudah selesai masa inkubasinya, tinggal 12 orang,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam video conference tersebut, Gubernur Jawa Barat berdialog dengan sejumlah kepala daerah melalui Command Centre. Dialog dilakukan sekaligus untuk mencoba fasilitas terbaru itu dan memantau perkembangan Covid-19 di Jabar, Selasa (10/3/2020).

"Sampaikan kepada semua masyarakat agar jangan panik. Jaga kesehatan diri. Sosialisasikan hidup sehat di sekolah-sekolah, buat program untuk sekolah terkait kebersihan. Maksimalkan pengawasan terutama jika ada turis asing," terang Ridwan Kamil.

Kang Emil menambahkan saat ini seluruh kepala daerah harus meningkatkan kewaspadaan sebab isu Covid-19 sudah menjadi isu nasional, bahkan dunia. Ia mengatakan semua pihak harus kompak dalam melakukan koordinasi.

"Arahan saya paling pertama adalah pastikan setiap kabupaten dan kota memiliki call center untuk Corona. data dan lainnya bisa diminta ke Command Center dan Pikobar," terang dia.

Ia juga menyarankan agar kepala daerah menyampaikan kebutuhan rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19 terutama untuk kebutuhan peralatan bagi perawat. Ia mengatakan siap mengucurkan dana tak terduga untuk membantu rumah sakit jika membutuhkan dana dadakan.

"Kita ada dana tak terduga. Harus selalu update, punya grup WA. Command Center ini dibuat agar bahasa menjadi sama dan kompak," pungkasnya. (prokompim)


Editor : Dinas Komunikasi Dan Informatika

Share On : Twitter Facebook Google+
Kalendar
GPR KOMINFO
Statistik Pengunjung
Bulan ini     : 5277   Kunjungan
Bulan lalu   : 19242     Kunjungan
Total            : 915457   Kunjungan